Pengaduan Online

Di Posting Senin, 23 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
Kademangan, Kab. Blitar, Jawa Timur

Selamat Pagi Kami dari SMKN 1 Kademangan Kab. Blitar Jatim. Kami ingin menanyakan terkait Honor Operator dapodikmen seperti yang tercantum pada JUKNIS BOS 2016 BAB V halaman 34 Nomor 14 poin a iv... Honor operator dapodikmen seperti yang tercantum pada JUKNIS tersebut dibayarkan setiap berapa bulan sekali...?? Per tahun, Per semester atau per triwulan.??? Terimakasih Kami tunggu jawabannya

Di Posting Senin, 23 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN PADEI LAUT, Kab. Morowali, Sulawesi Tengah

email sdnpadeilaut@yahoo.com untuk dibuka pelaporan dana bos tidak bisa login mohon pencerahannya..trimkasih...

Di Posting Senin, 23 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SD SWASTA PESANTREN YPMA, Kota Medan, Sumatera Utara

pak/ibu yang terhormat,,,mohon bantuannya, ketika saya ingin mengirim laporan dana BOS saya lupa passwordnya,,,dan kode registrasinya,,,mohon petunjuknya pak/ibu

Di Posting Senin, 23 Mei 2016 Oleh nur arif fauzi, xxx, xxx
sdn 2 nusakarta, Kab. Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan

Mintak solusinya min. Saya mau ngisi bos online tp tidak bisa login. Melalui login dapodik mengunakan email saya yg saya pakai untuk dapodik. Nama saya nur arif Sdn 2 nusakarta Npsn. 10600439. Trims.

Di Posting Senin, 23 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SD KATH. WITIHAMA, Kab. Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

email dan password yang anda masukan tidak cocok Akses dapat menggunakan akun operator data pokok pendidikan Mohon Bantuan dan solusinya pa/bu.

Di Posting Senin, 23 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SMAN 3 KOTA SUKABUMI, Kota Sukabumi, Jawa Barat

Saya adalah wali murid dari salah satu siswa sekolah SMA Negeri 3 Kota Sukabumi yang berada di Ciaul Sukabumi. yang saya ingin laporkan adalah dugaan penyimpangan dana yang dilakukan oleh pihak sekolah secara masive dan terbuka. ada beberapa poin yang menurut saya sekolah SMAN 3 Kota Sukabumi memungut pungutan liar dan penggunaannya tidak transparan dan tidak jelas. 1. Sekolah SMAN 3 Kota Sukabumi memungut uang sumbangan untuk PERPISAHAN sebesar Rp.350.000,-. dimana menurut informasi dari anak saya, jumlah siswa kelas 3 berjumlah 400 orang (Kurang lebih). itu berarti pihak sekolah mengumpulkan uang sebesar 140 Juta Rupiah. akan tetapi pelaksanaan perpisahan yang dilakukan di lapangan sekolah ini mnurut saya jauh dari angka tersebut. dimana sekolah hanya menyediakan panggung dan tenda (yang hanya uang sewa nya mungkin tidak lebih dari 10 juta), snack kotak (yang mungkin harga perkotak 10 ribu). setelah itu siswa diberikan medali yang kisaran harganya tidak lebih dari 30 ribu rupiah. saya hitung mungkin per siswa hanya memakan biaya 50 ribu. kalaulah ada pengeluaran tak terduga lainnya sebesar 50ribu. jika ditotalkan hanya Rp.100.000. n yang saya ingin permasalahkan dan akan saya tuntut transparansi pihak sekolah adalah mana laporan realisasi anggaran uang perpisahan? 2. Sebagaimana sekolah yang bertugas membantu dan membimbing siswa tingkat akhir untuk mendaftarkan diri ke kampus atau perguruan tinggi pilihannya. justru SMAN 3 Kota Sukabumi menjadikan ini sebagai peluang bisnis. Pihak sekolah memungut Rp. 85.000,- untuk tiap2 siswa yang mendaftarkan diri lewat sekolah . contohnya : Anak saya mendaftar ke perguruan tinggi UNISBA (pihak sekolah memungut 85 ribu rupiah, dari pihak unisba tidak dipungut biaya apapun), SIMAK UI (biaya formulir 350.000. pihak sekolah menambahkan 85 ribu menjadi 435.000 dan SBMPTN biaya formulir 200.000 ditambahkan 35.000 untuk biaya adm sekolah sekolah) yang saya ingin tanyakan adalah untuk apa biaya sebesar itu? mari kita hitung secara kasar, tiap siswa mendaftarkan diri ke paling sedikit 2 universitas. berarti sekolah menarik Rp,170.000 dikalikan 400 orang. yakni sekitar 60 jutaan sekolah memperoleh uang dari pungutan ini. untuk apa? biaya internet ? ongkos transport ? biaya capek? bukankah itu sudah menjadi tugas sekolah membantu, membimbing dan mengarahkan para siswa-siswinya. dua hal diatas adalah hal kecil mengenai ketidak terbukaan pihak sekolah SMAN 3 Kota Sukabumi terhadap pungutan-pungutan yang menurut saya tidak masuk akal. masih banyak seperti infaq untuk pembangunan masjid yang diberlakukan setiap hari ke kelas2 tapi tidak ada laporan pertanggung jawabannya. sekian kritik saya untuk sistem pendidikan yang bobrok ini, besar harapan saya untuk Pihak berwenang terkait untuk menyelidiki hal ini. Sekian Terima Kasih.

Di Posting Senin, 23 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN Lawahan, Kab. Banjar, Kalimantan Selatan

Assalamu'alaikum wr. wb. Saya guru honor sekaligus operator. saya ingin menanyakan mengenai dana BOS yang diterima di sekolah saya tidak sesuai dengan jumlah murid yang ada di sekolah termasuk di aplikasi dapodik. Saya mendengar kalau dana BOS yang diterima mengambil jumlah siswa berdasarkan data dapodik. Tapi nyatanya jumlah dana yang kami terima tidak sesuai dengan jumlah murid yang ada ataupun data dapodik. Sebagai operator dengan hal itu, sayapun merasa ikut bertanggung jawab dalam hal ini. Sebenarnya dimana kesalahan pendaataan ini?

Di Posting Minggu, 22 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN Cipicung Kec.Sindangkerta Ka, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat

Assalamualaikum Wr.Wb Di sekolah, guru sering berhadapan dengan beragam situasi. Guru tidak hanya berhadapan dengan tugas-tugas pembelajaran. Namun, guru sering berhadapan dengan beragam pekerjaan lain Ketika berhadapan dengan beragam tugas tambahan itu, guru sering menggunakan jabatan sampingan untuk berlepas dari tugas utama. Guru sering menggunakan kesempatan untuk mangkir dari tugas mengajar dengan beragam alasan. Oleh karena itu, anak-anak sering tidak mendapatkan haknya, yaitu pengajaran. Anak-anak dibiarkan mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. Menyikapi kondisi di atas, saya tentu merasa sedih. Sangat sedih. Jika guru masih diizinkan untuk merangkap jabatan menjadi ketua BPD Desa, bagaimana nasib anak-anak meraih masa depan? Konsentrasi guru akan terpecah. Perhatian guru akan terbelah antara memerhatikan nasib anak-didik dengan memerhatikan di luar jabatan menjadi ketua BPD Menurutku, guru hendaknya memusatkan perhatiannya kepada tugas utama, yakni mengajar. Janganlah mengutamakan pekerjaan di luar profesi utamanya. Jika guru merangkap pekerjaan, pasti tugas utamanya akan terbengkalai. Siapakah yang akan mendapat akibat paling buruk: murid-muridnya. Lalu, apakah guru masih berusaha mencari proyek-proyek lainnya? Tak perlulah. Fokuskan saja kepada tugas utama, yakni mengantar anak bangsa meraih masa depannya. Wassalam

Di Posting Minggu, 22 Mei 2016 Oleh dadan hidayat, xxx, xxx
SDN Cipicung Kec.Sindangkerta Ka, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat

Assalamualaikum Wr.Wb Di sekolah, guru sering berhadapan dengan beragam situasi. Guru tidak hanya berhadapan dengan tugas-tugas pembelajaran. Namun, guru sering berhadapan dengan beragam pekerjaan lain Ketika berhadapan dengan beragam tugas tambahan itu, guru sering menggunakan jabatan sampingan untuk berlepas dari tugas utama. Guru sering menggunakan kesempatan untuk mangkir dari tugas mengajar dengan beragam alasan. Oleh karena itu, anak-anak sering tidak mendapatkan haknya, yaitu pengajaran. Anak-anak dibiarkan mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. Menyikapi kondisi di atas, saya tentu merasa sedih. Sangat sedih. Jika guru masih diizinkan untuk merangkap jabatan menjadi ketua BPD, bagaimana nasib anak-anak meraih masa depan? Konsentrasi guru akan terpecah. Perhatian guru akan terbelah antara memerhatikan nasib anak-didik dengan memerhatikan di luar jabatan menjadi ketua BPD Menurutku, guru hendaknya memusatkan perhatiannya kepada tugas utama, yakni mengajar. Janganlah mengutamakan pekerjaan di luar profesi utamanya. Jika guru merangkap pekerjaan, pasti tugas utamanya akan terbengkalai. Siapakah yang akan mendapat akibat paling buruk: murid-muridnya. Lalu, apakah guru masih berusaha mencari proyek-proyek lainnya? Tak perlulah. Fokuskan saja kepada tugas utama, yakni mengantar anak bangsa meraih masa depannya. Wassalam

Di Posting Minggu, 22 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
smp negeri 47 , Kota Bandung, Jawa Barat

maaf pa saya mengeluh tentang gaji tenaga honorer di kota saya ..... saya bekerja dari tahun 2010 - 2016 tetapi upah hanya 600rb/bulan tolong minta pencerahan apakah tidak akan ada penaikan upah untuk tenaga honorer dikota saya? cukup apa atuh pak 600 untuk biaya hidup sekarang :( makasi sebelumnya

Di Posting Minggu, 22 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN Cipicung Kec.Sindangkerta Ka, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat

Assalamualaikum Wr.Wb Di sekolah, guru sering berhadapan dengan beragam situasi. Guru tidak hanya berhadapan dengan tugas-tugas pembelajaran. Namun, guru sering berhadapan dengan beragam pekerjaan lain Ketika berhadapan dengan beragam tugas tambahan itu, guru sering menggunakan jabatan sampingan untuk berlepas dari tugas utama. Guru sering menggunakan kesempatan untuk mangkir dari tugas mengajar dengan beragam alasan. Oleh karena itu, anak-anak sering tidak mendapatkan haknya, yaitu pengajaran. Anak-anak dibiarkan mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. Menyikapi kondisi di atas, saya tentu merasa sedih. Sangat sedih. Jika guru masih diizinkan untuk merangkap jabatan menjadi ketua BPD, bagaimana nasib anak-anak meraih masa depan? Konsentrasi guru akan terpecah. Perhatian guru akan terbelah antara memerhatikan nasib anak-didik dengan memerhatikan di luar jabatan menjadi ketua BPD Menurutku, guru hendaknya memusatkan perhatiannya kepada tugas utama, yakni mengajar. Janganlah mengutamakan pekerjaan di luar profesi utamanya. Jika guru merangkap pekerjaan, pasti tugas utamanya akan terbengkalai. Siapakah yang akan mendapat akibat paling buruk: murid-muridnya. Lalu, apakah guru masih berusaha mencari proyek-proyek lainnya? Tak perlulah. Fokuskan saja kepada tugas utama, yakni mengantar anak bangsa meraih masa depannya. Wassalam

Di Posting Minggu, 22 Mei 2016 Oleh xxx, Jln gajah mada km 21 dsa tasik serai barat kec pinggir kab bengkalis, xxx
smp n 3 pinggir, Kab. Bengkalis, Riau

Tolong ditindak lanjuti kpda pihak sekolah yg ada di dsa tasil serai kususnya smp neg 3 pinggir , karna guru dan kepseknya sengaja memperbaiki jawaban ujian pda saat ujian selesai. Jadi pada saat ujian selesai dikerjakan murid maka gurupun memperbaiki jawabannya sehingga murid smp semua lulus mulai tahun 2012 sampai sekarang. Jadi antara murid bodoh dan pintar tak ada perbedaan , mau dibawa kemana nasib bangsa ini jelas para generasi akan jadi bodoh

Di Posting Sabtu, 21 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
TAMAN SISWA, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara

KEPALA SEKOLAH SELALU MENGADAKAN PEMOTONGAN BANTUAN DAN AROGAN , BARU BELI MOBIL BARU DAN RUMAH DARI HASIL DANA BOS

Di Posting Sabtu, 21 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SMK Swasta Pembda Nias, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara

Kepada Yth. Tim Manajemen BOS SMK Kami SMK Swasta Pembda Nias pada penerimaan Dana BOS 2016 pada TRIWULAN I mengalami kekurangan. Apa penyebabnya dan apa solusi supaya Dana Dana BOS 2016 pada TRIWULAN I sesuai dengan jumlah siswa kami? Terima Kasih. Hormat Kami, SMK Swasta Pembda Nias

Di Posting Sabtu, 21 Mei 2016 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Swasta Katolik Stella Maris, Kab. Nagekeo, Nusa Tenggara Timur

Mengapa setiap kali kita mau melaporkan laporan bos online pada saat login menggunakan login dapodik selalu ada pemberitahuan GAGAL melakukan Autentikasi, email dan password tidak cocok atau pengguna tidak diijinkan.. mohon penjelasannya.

 

 

 

Resource links