Pengaduan Online

Di Posting Minggu, 21 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN. 01, 02, 04, 05 Jatisari, Kab. Cilacap, Jawa Tengah

Pada tgl. 22-09-2014, kami orang tua murid mendapat undangan dari sekolah untuk menghadiri rapat, inti dari rapat pihak sekolah meminta sumbangan untuk pembangunan sekolah / rehab bangunan, yg jumlahnya ditentukan setiap orangtua murid sebesar Rp. 250.000, tanpa kecuali kaya maupun miskin, dan yg miskin harus membuat surat tidak mampu dari desa, sementara orang tua yg mampu harus membuat pernyataan kesanggupan memberi sumbangan, dalam rapat nilai sumbangan tidak bisa ditawar, yg mana jumlahnya lebih besar dari tahun yg lalu, informasi sekolah negeri ini setiap tahunnya selalu meminta sumbangan yg jumlahnya sudah ditentukan, dan setiap murid selalu harus membayar buku LKS, dan masih banyak lagi pungutan-pungutan yg sebenarnya sudah tercaver oleh BOS. pertanyaannya : apakah meminta sumbangan yg jumlahnya sudah ditentukan diperbolehkan...? hal ini menjadi kegelisahan dan keberatan orang tua murid, tapi mereka tidak berdaya karena takut anaknya yg sekolah menjadi sasaran pihak sekolah dan guru ( tidak naik kelas, selalu disindir, selalu dicari kesalahannya ). sebagai info: bahwa KOMITE SEKOLAH apakah anggotanya boleh dari luar ( bukan orang tua murid ), karena terlihat dalam rapat-rapat Komite Sekolah selalu setuju saja setiap ada kebijakan dari sekolah, padahal kebijakannya selalu memberatkan orang tua murid, jadi inti kerisauan dan kemarahan orang tua murid adalah : Katanya program pemerintah wajib belajar 9 tahun, katanya sekolah gratis ? dimana gratisnya ?, informasi dari teman dan family di Cilacap ini memang tidak ada sekolah yg gratis SD dan SMP, selalu ada saja alasan meminta sumbangan yg jumlahnya ditentukan, kesimpulan dari pertanyaan saya ini kalau ditelusuri lebih dalam ada kongkalikong antara Diknas / UPT di Cilacap karena mempunyai modusnya sama di semua sekolah, indikasinya rapat hari tanggal sama, jumlahnya sama, ketentuannya sama, mohon ditindak Oknum apabila ini menyalahi peraturan/ UU wajib Belajar 9 Tahun, Kami bersama-sama anggota Forum warga Cilacap untuk Peduli dan Berkarya ( FWCPB ) sedang melakukan penyelidikan terhadap sekolah-sekolah Dasar dan SMP Negeri yg terindikasi melakukan pungutan-pungutan liar/ Korupsi, karena banyak sekolah SD dan SMP di Kab. Cilacap ( terutama SDN 01, SDN.02 yg tidak melaporkan penggunaan dana BOS, Mohon Jawabannya

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 30 September 2014

setiap sekolah penerima dana BOS dilarang melakukan pungutan untuk membiayai operasional dan inventaris sekolah,termasuk unt pembangunan gedung sekolah,orang tua siswa diperbolehkan memberikan sumbangan secara sukarela baik besarannya atau cara memberikan sumbangannya,apabila ada bukti terjadi penyimpangan penggunaaan dana BOS silahkan laporkan ke pengawas daerah setempat,tks

Di Posting Jumat, 19 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SD NEGERI KUBANG, Kab. Bandung, Jawa Barat

Coba TIM BOS cek Sekolah Tersebut Pada aplikasi Terlalu Banyak siswa Siluman (jelas tertera Tidak ada alamat dan pengisiannya pada kosong)

Tim BOS Menjawab:
Rabu, 8 Oktober 2014

Berdasarkan hasil laporan croschek tanggal 26-9-2014, Dapodik host web dengan data Dapodik di Bidang DAI, kami tidak menemukan data siswa siluman. Permasalahan yang sebenarnya adalah : 1. Operator Sekolah belum melakukan Sinkronisasi Data 2. Terdapat Siswa yang telah lulus belum ditandai (diluluskan) di DAPODIK 3. Terdapat Siswa Mutasi belum dimutasikan Jumlah siswa real 415 siswa di Dapodik terdapat 442 Siswa, jadi di-Dapodik terdapat kelebihan data Siswa Sebanyak 27 siswa. Kami telah menyarankan Kepala Sekolah berserta Operator Sekolah secepatnya melakukan Sinkronisasi Dapodik sesuai dengan Jumlah Siswa yang Real

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

terima kasih informasinya unt ditindak lanjuti,tks

Di Posting Jumat, 19 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP Negeri 4, Kota Tangerang Selatan, Banten

Saat ini siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tangsel, diberikan daftar buku LKS seharga total 280 ribu, apakah daftar buku ini berlaku sama dengan sekolah lain? Daftar tsb tidak disertakan detail pengarang dan penerbit, sehingga siswa tidak bisa membeli di toko buku luar. Mohon tanggapan dan informasinya. Terima kasih

Di Posting Kamis, 18 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
smp N 5 sragen, Kab. Sragen, Jawa Tengah

Setahu sya,klo salh mohon dikoreksi.bahwa menurut UU no 20 th 2003 ttg sistem pendidikan nasional,PP no 17 th 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan,Permendikbud no 45 th 2014 serta Permendikbud no44 th 2012, saya sbgai orng tua siswa dimintai uang sebesar Rp 1.200.000 sbg uang pengembangan dan uang SPP perbulan Rp 140.000. Kemudian sbg syarat daftar ulang hrs membayar uang sragam sebesar Rp 690.000. yg terjdi dilapangan byk sekali yg keberatan tetapi para org tua siswa tdk bs berbuat apa2 kr langsung diptskan pihak sekolah bhwa nominal tersebut adalah minimal. mreka tkt anaknya di intimidasi. untk uang pengembangan dicicil 3bln. sekedar info sewaktu sya minta rincian penggunaan anggaran tersbt tdk diberikan. Saya berharap ada tindakn nyata krn saya melihat setiap tahun ada kenaikan pungutan. sekedar info sya py bukti. terimakasih

Di Posting Kamis, 18 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Aziziyyah, Kota Pekanbaru, Riau

saya ingin bertanya, kenapa sekolah saya tidak bisa login di BOS Online, sedangkan kode registrasi sekolah saya sudah dapat. terima kasih

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

silahkan hubungi call center 081330019592(sms) atau email ke pelaporanbos@gmail.com,tks

Di Posting Kamis, 18 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
smp negeri 1 merangin - jambi, Kab. Merangin, Jambi

Kepada YTH. Bpk/Ibu yg bekerja sebagai Administrasi dan BOS nasional.. Saya ingin Bertanya masalah gaji guru honorer bulan juli. karna bulan juli libur apakah gaji kami tidak di cairkan...? dan yg ke dua saya ingin bertanya apa benar gaji honorer tidak boleh lebih dari Rp.500.000,- . MOHON Dijawab pertanyaan saya. Terimakasih

Di Posting Kamis, 18 September 2014 Oleh Jhony, Sentani - Jalan Ifar Gunung, 085257561111
SD N Inpres Hawai, Kab. Jayapura, Papua

Sekolah ini menyuruh murid membayar 20.000 per bulan, apa ini tidak termasuk SPP ?? Lalu Dana BOS dimana ???? Banyak kekurangan yang terjadi di SD ini, jadi tolong datang dan selidiki penggunaan Dana ini, jangan hanya menerima Laporan kertas, karena bisa saja itu Laporan Fiktif. Trims.

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

terima kasih infonya unt ditindak lanjuti,tks

Di Posting Kamis, 18 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SMP N 2 JAYAKERTA, Kab. Karawang, Jawa Barat

SAYA HANYA MINTA TOLONG TINJAU LANGSUNG LAPORAN PENGELUARAN KEUANGAN BOS DENGAN KENYATAAN DILAPANGAN YANG ADA DI SEKOLAH SMP N 2 JAYAKERTA

Di Posting Kamis, 18 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
Kuta Jaya II Negeri, Kab. Tangerang, Banten

Dengan Hormat, Sekedar ingin mengetahui mengenai peraturan dan undang-undang : 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG LARANGAN PUNGUTAN BIAYA PENDIDIKAN PADA SEKOLAH DASAR DAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2. Apakah mata pelajaran Buku Paket dan buku LKS termasuk kategori yang dapat dijual oleh koperasi sekolah SD Tsb...? jika memang untuk dijual apakah kami berhak mendapatkan nota / kwitansi layaknya seperti membeli buku di toko buku.ternyata tidak ada menurut Koperasi sekolah. kenapa yah tidak ada / tidak bisa minta nota / kwitansi. Kami mohon dapat di tindak lanjuti dan diberikan informasi yang sesuai. karena dari pihak sekolah tersebut tidak menjelaskan dan tidak memberitahukan bahwa harus membeli dan membayar buku Paket dan LKS. apakah termasuk seperti pada pertanyaan no 1. Tanpa mengurangi Rasa Hormat, dan atas perhatian serta kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

setiap sekolah penerima dana BOS dilarang melakukan pungutan dana untuk operasional sekolah,dalam Permendikbud no.44 thn 2012 dijelaskan bahwa sekolah yang diselenggarakan yg dilakukan oleh pemerintah dilarang melakukan pungutan tetapi diperbolehkan untuk menerima sumbangan yang tdk mengikat,tks

Di Posting Rabu, 17 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN CAKUNG BARAT 01 PG, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta

Saya Orang tua murid di SD Cakung Barat 01pg, selaku orang tua hanya ingin mengetahui dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yg di terima itu selayaknya untuk apa saja, di karenakan sejak anak saya kelas 1SD di thn 2009 sampai sekarang 2014 sering sekali tidak mendapatkan buku pelajaran dengan alasan 'masih di pesan' malahan seringnya harus membeli buku pelajaran di toko buku atau memfoto copy & biaya foto copy di bebankan oleh siswa, padahal yg saya tau dana BOS itu untuk Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran, yaitu untuk mengganti yang rusak atau untuk memenuhi kekurangan & pembiaayaan kegiatan pembelajaran , pemantapan persiapan ujian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran, biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba, fotocopy, membeli alat olah raga, alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba) info Bos.kemdikbud.go.id Saat ini disekolah SDN Cakung Barat 01Pagi khususnya siswa kelas 5 & 6 SD guru kelas mengadakan PM (pendalaman Materi)dalam rangka pemantapan persiapan ujian, bukankah PM tsb sudah masuk dlm anggaran dana BOS? tetapi mengapa setiap kali hadir anak saya di wajibkan membayar 10.000 ataupun secara bulanan guru memungut iuran minim 50.000 (dikasi 30.000 gurunya ngomel)? apakah ini BENAR? Bukankan setiap siswa mendapatkan dana BOS seperti yg di infokan di media massa? Mohon tanggapan dan tindak lanjut dri permasalahan tersebut diatas. Ada beberapa siswa kurang mampu mendapatkan dana subsidi dari pemerintah atau bisa di sebut dana KJP, apakah BENAR jika setiap kali siswa tsb mencairkan dana KJP, guru minta persenan? bukankan gaji guru sudah sangat besar, ada gaji sertifikasi & dana kehadiran (TKD) utk guru DKI Jakarta yang jumlahnya tidak sedikit. Saya sebagai orang tua murid yang mewakili orang tua murid di SDN Cakung Barat 01Pagi merasa sangat berat bila setiap kegiatan harus di kenakan biaya, layaknya sekolah swasta. Tolong di tindak lanjuti guru2 atau pengelola sekolah di SDN Cakung Barat 01Pagi khususnya kelas 5 & 6SD, hal ini sdh terjadi lama, rasanya berat mengadukan hal ini, tetapi makin hari makin menjadi & terang terangan, kasihan sekali bagi orang tua murid lain yg hanya mendapatkan penghasilan dari buruh cuci/PRT, buruh pabrik, pedagang asongan ataupun supir taxi. Tetapi masih ingin anak2 kita bisa bersekolah tinggi. Terima Kasih

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

setiap sekolah penerima dana BOS dilarang melakukan apapun untuk biaya operasional sekolah karena sdh dibiayai oleh dana BOS,penggunaan dana BOS hrs sesuai dengan juklak dan juknis sebagaimana yng bpk sebutka,bantuan unt siswa miskin hhrs diterima utuh tdk boleh dikurangi oleh siapapun,benar bahwa program BOS untuk mengurangi beban biaya orang tua murid dalam rangka mensukseskan wajib belajar 9 tahun,trm kasih atas infonya dan akan kami teruskan kesekolah ybs,tks

Di Posting Rabu, 17 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDSN 09 Kayu putih, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta

Pertanyaan: 1. Apakah memungkinkan jika biaya listrik tidak dilaporkan oleh sekolah karen sudah ada sumbangan dari Orang tua murid? 2. Apakah boleh laporan bos tidak di tampilkan di papan pengumuman sekolah? dengan alasan kasi tidak berkenan

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

setiap sekolah penerima dana BOS dilarang melakukan pungutan dana untuk membiayai operasional sekolah,karena sdh dibiayai dari dana BOS,dalam melaksanakan kegiatan BOS harus berpedoman kepada juklak dan juknis yang sdh dibagikan kepada sekolah penerima dana BOS,tks

Di Posting Selasa, 16 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN SEPANDE, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur

Kami telah membaca informasi rekap dana SDN Sepande - candi, Sidoarjo Jatim untuk triwulan 1 th 2014. 1. untuk Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa sebesar 6,307,310, dana ini cukup besar karena selama ini tidak ada kegiatan ekstra di luar jam pelajaran, jika ada kegiatan studytour atau otbond biaya dibebankan kepada siswa. 2. untuk Perawatan sekolah sebesar 9,022,000, dana ini sangat besar untuk ukuran sekolah kecil. Karna untuk pembelian bangku (meja dan kursi siswa) di lokal kelas baru dan pembuatan parkir sepeda, pembiayaan dibebankan kepada siswa dan setiap pembayaran tanpa bukti kwitansi. mohon untuk diselidiki dan ditindak lanjuti atas perhatian dan kebijaksanaannya kami ucapkan terima kasih.

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

tterima kasih infonya,tks

Di Posting Selasa, 16 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN Sepande, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur

Assalamualaikum, Saya telah membaca rekap penggunaan dana SDN Sepande, sidoarjo - Jawa Timur th 2014 untuk triwulan 1, Saya mau tanya tentang: 1. alokasi dana untuk Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa tertera 6,307,310, dana ini sangat besar, karna tidak ada kegiatan ekstra di luar jam pelajaran. kalau ada kegiatan di luar sekolah seperti outbond atau study tour, biayanya dibebankan kepada siswa. 2. Alokasi dana untuk perawatan Sekolah, tertera 9,022,000, dana ini sangat besar untuk perawatan sekolah, karna untuk membeli bangku di ruang kelas baru dan pembuatan parkir sepeda dibebankan kepada siswa. terimakasih mohon, kebijaksanaannya untuk ditelusuri dan ditindaklanjuti. hormat kami Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

terima kasih informasinya,tks

Di Posting Selasa, 16 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN PALMERAH 09 PAGI, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta

Apakah iuran berupa seragam sekolah, berupa pakaian olah raga, rompi,batik,topi,dasi,bet,gespes,baju muslimah,kerudung dll di haruskan membayar dari tuntutan sekolah kepada orang tua,,,yang harga keseluruhan hampir Rp 600 rb,,sangat memberatkan. Karna jika di lihat dari harga pasaran,, sangat tidakl sesuai per pcs nya..pihak sekolah memberi harga mahal.... ada kesan mencari keuntungan kepada orang tua murid Mohon untuk pihak yang terkait meninjau sekolah tersebut.. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih

Tim BOS Menjawab:
Selasa, 23 September 2014

terima kasih atas laporamnya,tks

Di Posting Selasa, 16 September 2014 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN Perumnas Bumi Parungpanjang, Kab. Bogor, Jawa Barat

Selamat Siang, Kenapa di sekolah SDN Perumnas BP Parungpanjang sampai pada hari ini tgl 16/9/2014 PARA SISWA TIDAK JUGA MENDAPATKAN BUKU GRATIS KURIKULUM 2013 ?? MALAH Ada selebaran pihak sekolah (tertanggal 3 September 2014) yang menginformasikan KOMITE SDN Perumnas BP Parung Panjang BEKERJA SAMA DENGAN PENERBIT ERLANGGA untuk pengadaaan BUKU ?? bbukankah jelas-jelas untuk buku kurikulum 2013 diberikan GRATIS oleh pemerintah pusat untuk para siswa NAMUN KENAPA SAMPAI PADA HARI INI YANG TERJADI ADALAH BUKU TERSEBUT SAMPAI PADA DETIK INI TIDAK JUGA DIBERIKAN kepada para siswa. DAN BUKANKAH PIHAK SEKOLAH TIDAK DIPERBOLEHKAN MEMBELI BUKU SELAIN YANG DISEDIAKAN OLEH PIHAK PENYEDIA BUKU YANG MENJADI PEMENANG LELANG YANG DITETAPKAN LKPP. Mohon kepada pemenerintah pusat atau pun kabupaten Bogor ini menjadi prioritas PERHATIANNYA ....mohon silahkan di cek kelapangan. silahkan di kroscek kepada para orangtua siswa perilah kebenaran ini . silahkan diselidiki .Karna selama ini sepertinya Sekolah ini tidak pernah tersentuh sama sekali !!. (sebagai bahan informasi bahan informasi diselabaran yang diberikan pihak sekolah untuk harga Buku Kelas 1 : 1 paket 205.000 kelas 2 : 1 paket 207.000 kelas 3 : 1 paket 271.000 kelas 4 : 1 paket 209.000 kelas 5 : 1 paket 207.000 kelas 6 : 1 paket 343.000 ADA DISKON 10% jika beli per paket)...

Tim BOS Menjawab:
Jumat, 19 September 2014

biaya pengadaan buku kurilulum 2013 sdh dibiayai oleh kemdikbud melalui dana BOS dan DAK,sekolah dilatrang melakukan pungutan untuk beli buku,unmtuk distribusi buku sampai saat ini ada yang belum sampai ke sekolah,kami berusaha maksimal sgar secepatnya sampai ke sekolah penerima,untuk mengatasi buku yang belum diterima kami sdh mengirimkan CD untuk digandakan disekolah,tks

 

 

 

Resource links