Pengaduan Online

Di Posting Kamis, 6 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
smpn satap kembang lala, Kab. Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur

sesuai Jukni BOS 2015 bahwa alpkasi dana per siswa Rp 1000000,- dengan peruntukan bagi sekolah yang jumlah siswanya dibawah 60 orang dihitung 60 orang. sekolah kami yang memiliki 42 siswa dan dana rill BOS yang masuk ke rekekning sekolah hanya Rp 10.500.000,- per triwulan selama 2 triwulan terakhir. itu berarti dana masuk berdasarkan jumlh siswa rill. yang ingin kami konsultasi, bagaimana dgn juknisnya, apakah sekolh kami tidak termasuk dalam sekolah tertinggal???

Di Posting Kamis, 6 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Bintang Kejora, Kota Tangerang Selatan, Banten

apakah sekolah swasta boleh membeli perangkat UPS menggunakan dana BOS? terimakasih

Di Posting Kamis, 6 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN 06 BAHAGIA, Kab. Bekasi, Jawa Barat

pertanyaan : 1. anak saya sekolah di sdn 06 Bahagia, baru naik kelas 3 B, dengan kurikulum 2013, apakah masih di perlukan pembelian buku paket seharga sktr Rp. 200.000,- atau fotokopi sktr Rp.50.000??? 2. di wajibkan membayar sampul rapor seharga Rp. 35.000,-. Apakah benar dengan kewajiban siswa harus membeli buku /fotokopi dan membayar uang sampul rapor dengan harga tersebut?? semoga dapat di follow up ke sekolah bersangkutan. terimakasih.

Di Posting Kamis, 6 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD N 14 DAYEH KOLOT, Kab. Bandung, Jawa Barat

Gmn kata nya sekolah sd gratis tapi di sd n14 dayeh kolot LKS sama buku PAKET harus d beli biasa nya kan buku paket dtng nya dr dana bos di tambah LKS harus d beli lagi.tolong dong bagian pengawas khusus daerah kabupaten bandung periksa gmn ko msh ada kejadian kaya gini kami selaku orang tua murid ingin mengetaui kenapa bisa begini.

Di Posting Rabu, 5 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN Tugu 9, Kota Depok, Jawa Barat

Sekolah meminta Orang tua murid untuk membeli buku paket & lks di toko yang ditunjuk sekolah dekat masjid yang tak jauh dari lokasi sekolah, Sekolah memberitahukan kepada kami & anak saya kelas 2 sd dengan biaya pembelian buku Rp. 300.000,- dan kelas 5 sd dg biaya Rp. 450.000,-

Di Posting Rabu, 5 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN 1 KUTAJAYA DAN SDN2 KUTAJAYA, Kab. Tangerang, Banten

jual beli buku LKS dilingkungan sekolah dan diwajibkan beli satu paket berisi 12 buku dengan harga Rp 230.000. mohon untuk di tertibkan, bukankah buku LKS sudah di grtaiskan dengan dana BOS, kenaapa harus beli

Di Posting Rabu, 5 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, 081347940427
SD Negeri 022, Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Mohon tanggapannya segera dari pihak pihak terkait Komite sekolah meminta uang sebesar rp.600.00 /per anak untuk perbaikan prasarana sekolah seperti kantin,toilet dan lantai sekolah. Tahun ini ada sekitar 100murid anak didik baru,jika dikalikan berarti 60jt. Setahu saya bukankah mengenai prasarana sekolah sudah ada dana BOS tp kenapa masih dibebankan kpd wali murid. Mohon respon secepatnya karena kami hanya diberi waktu 2 bln untuk membayar.

Di Posting Selasa, 4 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN TUGU 9, Kota Depok, Jawa Barat

Apakah saat ini tahun ajaran baru 2015 wajib membeli buku Paket dan LKS untuk anak SD, karena informasi yang saya dapat, kami harus menyediakan dana 300 ribu untuk Buku Paket & LKS kelas 2 dan 450 ribu untuk Buku paket & LKS kelas 5, apakah dana BOS sudah tidak ada lagi..???

Di Posting Selasa, 4 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN SUKUN 3 MALANG, Kota Malang, Jawa Timur

Saya sebagai wali murid siswa,hanya ingin menanyakan : 1.selain biaya masuk sekolah gratis,apakah tiap sekolah se-kota malang (khususnya SD) ada biaya tambahan lain ? Karena begitu anak kami diterima di sekolah tsb,pihak dewan guru meminta sumbangan ke kami. Kami tidak mempersoal'kan hal tsb..... Yang sy sesalkan adalah,sumbangan tsb ternyata sudah di plot dgn biaya kurang lebih 6-7 jt'an.dan harga tsb,harus kami bagi sesama wali murid.total wali murid gel 2,Adalah 14 wali murid.@wali murid kita patung sebesar 450.000 rupiah. Sy mengambil kesimpulan,ini bukan sumbangan sukarela.melainkan kurang lebih semacam uang gedung.dan apakah hal tsb legal ? Mohon koreksi dan informasi mengenal hal tsb.......apa di perbolehkan ? 2.blm genap 1 minggu sklh,dewan guru meminta tiap wali murid memberi bunga beserta pot'nya dgn utuh....... 3.minggu ke 2 anak kami bersekolah,ada desas-desus bahwa buku2 di haruskan membeli.apa betul begitu...sekolah yang udah ter'cover dgn BOS ? Dan fungsi utama BOS disini untuk apa ? 4.Seandainya sekolah tsb mendapatkan BOS,apakah kami sbgg wali murid berhak untuk tau ? Mohon jwbn dan tanggapan dari pihak yg terkait. Karna kami takut,hal tsb akan menjadi semacam tradisi di sekolah tsb........ Kami berharap agar,para wali murid yg buta akan BOS akan mendapatkan pencerahan dari pihak yg betul2 paham,untuk APA dan SIAPA dana BOS tsb.

Di Posting Selasa, 4 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SMK AL-HIKMAH PONCOKUSUMO, Kab. Malang, Jawa Timur

Asslamaualaikum Wr Wb Data Dapodikmen SMK AL-HIKMAH Poncokusumo, telah kami masukkan dan di data Dapodik sudah masuk, tetapi untuk pencairan dana BOS tahap 1 bulan Juli-Desember ternyata belum masuk di SK sekolah penerima BOS tahap 1. sehubungan hal tersebut mohon pada tahap ke 2 bulan Agustus 2015 sekolah kami dana BOSnya mohon dengan sangat kiranya dapat dicairkan terimakasih wassalam

Di Posting Selasa, 4 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SDN 1 Sokanegara, Kab. Banyumas, Jawa Tengah

hari senin kemarin pada tanggal 3 agustus 2015 dilakukan bazar buku di sekolah, lalu apa gunanya buku BOS? jika siswa masih diwajibkan untuk membeli buku? siswa diwajibkan untuk membeli buku dari bazar yang diselenggarakan sekolah dan juga koperasi, saya rasa penggunaan buku yang terlalu banyak membuat anak tidak bisa fokus dalam mendalami materi, karena ini adalah anak SD bukan siswa kuliah

Di Posting Minggu, 2 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Negeri Joho 2, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah

Kenapa harga buku dan seragam lebih mahal dari beli di luar....apakah guru/kep sekolah cari untung...? apakah tidak di subsidi dana boss..?

Di Posting Minggu, 2 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
Muhammadyah, Kab. Bandung, Jawa Barat

Saya adalah orang tua murid siswa di SD Muhammadyah,anak saya sekarang duduk di kls 3. yang saya ingin tanyakan kpd diknas Kab.Bandung tentang hak dana BOS untuk para siswa SD di peruntukan apa saja. Karena dari pihak SD Muhammadyah membebankan kpd kami orang tua murid untuk membeli buku Paket + LKS sekolah sebesar 400rb lebih. Setahu sy bukan kah penyedian uang BOS di peruntukan untuk biaya itu semua... tp knp kami orang tua msh di bebankan uang buku dr pihak sekolah... mohon penjelasan uang BOS dan knp pihak sekolah msh melakukan pemungutan biaya untuk hal2 tersebut... mohon untuk di lakukan pengecekan dr diknas Kab,Bandung kpd pihak sekolah tersebut... mohon bantuan demi kelancaran sistem BOS dan pendidikan daerah Margahayu... terimakasih.

Di Posting Minggu, 2 Agustus 2015 Oleh xxx, xxx, xxx
SD Muhammadyah, Kab. Bandung, Jawa Barat

Anak saya skrng kls 3 oleh pihak guru/sekolahnya diwajibkan untuk membeli buku paket + LKS seharga 400 rb lebih. Bukankah Dana Bos itu diperuntukan bagi pengadaan buku2 ataupun yang lainnya, sementara ini, anak2 harus membeli dengan harga tersebut. Dikemanakan uang BOS tersebut digunakan oleh sekolah ini...?

Di Posting Sabtu, 1 Agustus 2015 Oleh pemerhatipendidikan, xxx, 085388888888
jalan perjuangan 2 rt 2 sempaja , Kota Samarinda, Kalimantan Timur

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat Pagi , Salam Sejahtera Bapak/Ibu yang saya hormati, saya adalah salah satu guru di smk kesehatan Samarinda, sekolah tersebut beralamat di jalan perjuangan 2 rt 002 Kelurahan sempaja selatan kecamatan samarinda utara Kalimantan timur dan sekolah tersebu dibawah yayasan favorit Kalimantan timur, saya melaporkan bahwa pada tahun 2015 ini saya melihat banyak hal-hal pelanggaran yang terjadi, diantara nya adalah 1. Yayasan favorit Kalimantan timur di samarinda sudah tidak mengikuti aturan undang undang dan tidak berprinsip kepada ruh yayasan sosial pemerintah yaitu lembaga non profit sehingga mendapatkan hasil dari badan usahanya yaitu smk kesehatan samarinda 2. Penyalagunaan dana bosda, bosprov, bosnas yang sudah tidak sesuai dengan juknis yang ada, seharusnya dana tersebut yang dapat menjadi sarana untuk siswa dan kesejahteraan guru tidak lagi sesuai dengan yang diharapkan. Masih banyak pungutan yang dilakukan terhadap siswa tiap kegiatan, kelas yang tidak layak , sangat panas dan kecil, siswa yang membludak sampai 1200 lebih membuat kegiatan pembelajaran sangat tidak efektif. 3. Unsur nepotisme dan kekeluargaan yang terjadi di managemen sekolah tersebut, sehingga memudahkan unsur unsur kebohongan dalam penggunaan dana dana yang dibrikan pemerintah 4. Seluruh tenaga pendidik dan kependidikan yang ada menerima dana bosda yang tidak sesusai dengan yang di tanda tangani , itu terjadi pada tahun 2015 ini, sebagai contoh guru menerima dana 5 juta namun yang di tanda tangani 8 juta hingga 25 juta dengan jumlah guru dan staf 70 orang (terjadi Pencucian Uang ) 5. Penggajian guru seratus persen menggunakan dana bosda tersebut, padahal ada sumber dana dari siswa yaitu spp perbulan 250.000 6. Managemen yang tidak sehat dan merugikan guru, guru dan staff digaji tidak sesuai upah minimum, hal tersebut karena tidak ada status guru tetap sehingga guru tidak mendapat penggajian yang layak 7. Guru dan staf juga tidak memiliki jaminan kesehatan . 8. Banyak guru yang dikeluarkan termasuk kepala sekolah sebelumnya dengan cara tidak layak karena mereka tidak setuju dengan penggunaan dana tersebut. 9. Jumlah siswa yang tidak sesuai kapasitas kelas. 10. Pengurus yayasan intervensi langsung ke sekolah 11. Pengurus yayasan digaji oleh dana pemerintah (bosda) 12. Dana bosda disimpan di rekening yayasan ( tidak memiliki brankas sekolah dan sekolah terjadi pemindahan rekening dari sekolah ke yayasan ) 13. Banyak terdapat nota palsu untuk laporan pertanggungjawaban dana bos 14. Prasarana yang telah dibeli menggunakan dana bosda sebelumnya dilaporkan kembali sebagai pembelian menggunakan dana bos berikutnya. 15. Menurut undang-undang no 16 pasal 52 tentang yayasan ketika mendapat bantuan 500.000.000 atau lebih wajib mengumumkan di surat kabar harian, yang terjadi di yayasan favorit kaltim tidak ada lagi rapat bersama guru dalam penggunaan dana pemerintah tersebut, dana digunakan dan dikelola oleh keluarga yayasan sendiri. 16. Menaikkan SPP siswa/siswi SMK Kesehatan Samarinda padahal dana pemerintah sudah cukup banyak Bersama surat pengaduan ini saya harapkan pihak yang terkait bisa mengaudit dan memperbaiki sistem yang ada , sehingga tujuan pendidikan dan tujuan yayasan yang dimaksud dan diharapkan dapat tercapai sesuai yang kita inginkan demi kualitas pendidikan yang baik. Demikian surat pengaduan yang saya tulis, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih Salam Indonesia Emas

 

 

 

Resource links